Sunday, March 17, 2013

Alun-Alun Kidul Yogyakarta

Alun-alun Kidul Yogyakarta merupakan alun-alun yang berada di bagian Selatan dari Keraton Yogyakarta, Alun-alun Kidul yang dalam bahasa indonesia Alun Alun Selatan sering juga disebut sebagai Pengkeran. Pengkeran berasal dari kata pengker yang berarti mburi (belakang). Hal tersebut juga sesuai dengan alun-alun Kidul yang letaknya memang berada di belakang keraton yogyakarta atau berada di selatan keraton yogyakarta.

Alun-alun kidul ini dikelilingi oleh sebuah tembok persegi yang memiliki lima buah gapura, satu buah di sisi selatan, di sisi timur serta barat masing-masing punya dua buah gapura. Di antara gapura utara dan selatan di sisi bagian barat terdapat sebuah bangunan kandang yang bernama ngGajahan yang digunakan untuk memelihara gajah milik Sultan,tapi saat ini gajah tersebut sudah tidak ada. 

Ada sebuah tradisi permainan yang sangat menarik untuk di saksikan di alun alun selatan yang disebut dengan Masangin. Masangin merupakan kegiatan dengan mata tertutup dan berjalan untuk memasuki celah di antara dua pohon beringin yang letaknya berada di tengah alun-alun kidul. Tampaknya memang sepele, tapi itu semua tidak akan mudah. Banyak yang mencoba, tapi banyak juga yang gagal, banyak yang berbelok arah.

Bila malam menjelang di sekitar alun alun kidul yogyakarta selalu ramai pengunjung, apalagi waktu malam minggu, ada banyak kendaraan sepada yang telah di modifikasi untuk di sewakan kepada pengunjung Alun Alun Kidul yogyakarta, bagi yang lapar pengunjung juga bisa membeli makanan di sana, karena tiap malam di barat maupun di timur Alun Alun banyak pedagang yang berjualan. dan ini adalah akhirnya.

Saturday, March 16, 2013

Penangkaran Penyu

Penangkaran Penyu Deluang Sari berada di sebuah delta kecil berhadapan dengan pusat rekreasi laut Tanjung Benoa. Terletak di kelurahan Tanjung Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Kebupaten Badung. 

Deluang Sari merupakan tempat penangkaran penyu laut yang ada di Pulau Bali. Terdapat kolam atau bak penampungan yang disediakan untuk merawat penyu mulai dari baru menetas sampai yang telah menjadi dewasa. Penyu disini ada yang berumur sampai tujuh puluh tahun. Wisatawan yang datang kesini dapat langsung memegang, memberi makan, berfoto ataupun masuk ke area kolam penangkaran dan bermain dengan penyu-penyu tersebut. 

Selain melihat tempat penangkaran penyu, wisatawan juga bisa melihat berbagai jenis ayam aduan, kelewar, iguana, rubah dan burung-burung liar yang terdapat dalam sangkar di Deluang Sari ini.

Awal mula area ini dijadikan tempat penangkaran dikarenakan penyu merupakan hewan yang dilindungi dan tidak memiliki lagi habitat tempat untuk berkembang biak di tambah lagi dengan makin maraknya perdagangan daging penyu oleh orang orang yang tidak bertanggung jawab. Untuk melestarikan penyu penyu tersebut lewat swadaya masyarakat Tanjung Benoa dibantu oleh World Wildife Fund (WWF) serta Pemda, dipilihlah lokasi ini sebagai setempat penangkaran karena memiliki sistem ekologi yang utuh, pantainya yang bersih, berpasir dan landai jadi sangat cocok untuk penyu bertelur.

Jarak tempuh kelokasi ini dari Kota Denpasar kira-kira 27 km dan lebih kurang 35 menit perjalanan dari Bandara Udara Ngurah Rai bila menggunakan kendaraan bermotor dengan terlebih dahulu menyeberang dengan perahu bermotor dari pelabuhan Benoa.

Untuk mendukung kepariwisataan ditempat terdapat rumah makan, toko cindera mata serta tempat atraksi pertunjukan satwa.


Wednesday, August 29, 2012

Pantai Drini

Pantai Drini adalah salah satu pantai yang berada di selatan Pulau Jawa. Tepatnya berada di Kabupaten Gunung Kidul. Memang Drini tidak sepopuler Baron atau Kukup. Tak juga seterkenal Parangtritis dan Samas. Namun keindahan pantai ini tak kalah dari keempat pantai yang sudah lebih dulu menjadi tujuan wisata tersebut.

Pantai Drini berada di daerah Gunung Kidul Yogyakarta. Pantai ini satu kompleks dengan jajaran pantai pantai yang terkenal dengan Baron Kukup Krakal. Pantai – pantai lain selain itu ada pantai Siung, Pantai Indrayani, pantai Sundak dll. Dari Yogyakarta ke Pantai Drini membutuhkan waktu sekitar 3 jam dengan medan yang berkelok-kelok dan dikelilingi bukit karang. Memang agak terpencil karena pantai ini terletak di antara dua bukit besar. 

Pantai Drini ini sebenarnya merupakan pelabuhan kapal-kapal para nelayan sekaligus terdapat juga pasar ikan namun pasar ikan yang terdapat disini masih kecil. Hanya beberapa kapal ikan nelayan kecil yang digunakan. 

Pantai Drini cukup bersih dengan pasir putihnya yang berkilau. Airnya juga jernih sehingga bisa melihat langsung rumput-rumput laut dan ikan kecil warna-warni yang berenang di antara karang laut.


Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More